Guru
mata pelajaran belum juga menampakkan diri. Semua murid heboh di posisi
masing-masing. Ada yang berteriak teriak, bergosip, ada juga yang nimbrung di
pojokan kelas menonton sesuatu di Laptop. "Perhatian!" Tiba tiba
suasana itu berubah drastis menjadi tertib dan semua pasang mata memfokuskan
pandangan melihat ke depan kala suara berat seseorang menggema di dalam kelas.
"Baik. Maaf mengganggu aktivitas kalian.
Perkenalkan namanya Cantika Firmansyah, teman baru kalian dan Bapak harap
kalian bisa membantunya beradaptasi di sekolah kita"
Hening.
Semua
menatap heran pada seorang siswi yang dibawa Pak Tio- pemilik yayasan juga
merangkap sebagai Kepala sekolah SMA Cendrawasih, yang hanya diam dengan kepala
menunduk tak lupa kedua jari yang ia tautkan, menambah rasa penasaram penghuni
XI-Mipa3
"Dan
dia istimewa. Tidak dapat berbicara seperti kalian. Tapi bapak mohon,
perlakukan dia layaknya pada teman kalian yang lain. Bapak pamit, jangan
berisik."
Gadis
itu mengangkat kepalanya dan tersenyum menyapa teman barunya berharap mereka
akan memberikan hal yang serupa. Namun keadaan jauh lebih hening ketika
seseorang berbicara dengan suara yang cukup keras
"Lo, kagak bisa ngomong ya?!" Dan
timbullah suara suara yang amat di benci Cantik -Sapaan Cantika
"Sudah,
sudah. Jangan berisik. Cantik silahkan kamu duduk di depan Daru" Pak Tio
menunjuk sebuah kursi baris ke tiga dari depan sebelah kanan jendela, kemudian
pergi meninggalkan Cantika dan suara suara yang sialan sangat berkata benar
adanya.
"Kenapa
dia bisa sekolah di sini?"
"Orang
bisu macam dia tidak pantas bersekolah di sekolah kita. Dia layaknya sekolah di
SLB bersama teman yang serupa"
"Mungkin
dia bermain curang supaya dapat diterima di sekolah ini"
"Dia
cuman bikin malu sekolah doang gengs"
"Iya
tuh, Pak Tio dikasih apaan sama dia. Sampe dia pula yang nganter si bisu!
Segitu spesialnya kah dia?"
"Yap!
Pemilik yayasan gengs"
"Tercemar
deh nama kelas kita"
"Tau
ah, males gua sama dia. Malu sama julio kalau dia tau gue satu kelas sama cewek
cacat"
"Huhh"
"Dasar
bitch"
Ya!
Dirinya memang tak dapat berbicara. Kejadiannya bermula saat dia berumur 12
tahun, ketika hendak berkunjung ke rumah sang
kakek bersama kedua orangtuanya yang berada di Cirebon. Kecelakaan
beruntun menimpa mereka, kedua orangtuanya meninggal di tempat yang membuat
dirinya menjadi seorang yatim piatu, Beruntung Cantik berhasil di selamatkan
oleh seorang Dokter yang sekarang menjadi orangtua angkatnya.
Dari
kejadian itu. Cantika kehilangan pita suaranya yang menyebabkan dia tak dapat
berbicara kembali.
Ketika
hendak menuju tempatnya duduk. Seseorang yang berada di depan Cantik, menangkis
kakinya hingga sang anak baru itu tersungkur ke lantai. Gelak tawa menggema di
kelas XI MIPA 3 dan Cantika tahu
hidupnya sudah tidak setenang dulu.
***
Rinai
hujan menyampaikan rindunya awan pada tanah sore hari ini. Cantik terjebak
dalam rintik hujan. Ayah belum juga menjemput, hujan semakin deras mengguyur
kota Bandung. Dua tahun sudah cantik menjadi murid SMA Cendrawasih, salah satu
sekolah bertaraf internasional negeri ini. Tidak mudah untuk menjadi bagian di
dalamnya. Dirinya berjuang mati-matian dengan keterbatasan fisiknya dan setelah
berhasil dirinya dianggap sebuah kesialan oleh teman teman.
Dua
tahun Cantika menyendiri, tiada teman yang menemani. Namun begitu ia bahagia
karna ia masih diberi kesempatan untuk menikmati dunia dan yang terpenting
selalu mensyukuri nikmat-Nya.
Sebuah
motor Ninja hitam melewati Cantika dengan meninggalkan noda pada seragam yang
Cantik kenakan, ternyata terdapat kubangan di depannya yang begitu saja
dilewati sang pengendara tanpa memperdulikan seseorang yang berada di pinggir
Halte dengan wajah yang ditekuk.
"Assalamualaikum
Cantiknya Ayah" Suara berat itu membuyarkan lamunan Cantika tentang si
pengendara motor Ninja hitam. Diambilnya punggung tangan sang Ayah dan
menempelkannya pada bibir tipisnya. Tersenyum menjawab pertanyaan Ayah.
"Loh,
kenapa baju kamu kotor begitu kak?"
Kak?
Cantika
di angkat oleh sebuah keluarga yang memiliki dua orang putra dengan umur 5
tahun dan kemudian secara otomatis dirinya dipanggil 'kak' oleh keluarga
barunya dan dengan dibimbing Ayah Cantik memasuki mobil dan meninggalkan
sekolah.
***
Cantika
berdiam diri di dalam kelas ketika semua temannya berhamburan keluar, menyerbu
tempat yang sekiranya strategis untuk menggosipkan si kapten Basket SMA
Cendrawasih yang merangkap sebagai bad boy sekolah yang menjadi idola nomor
satu itu berhasil diluluhkan hatinya oleh seorang cewek alim anak dari Ulama
terkenal ibukota dan fan dari si badboy galau tiada tara.
Dengan
bermodalkan smartphone pemberian Rio-sepupu angkat Cantika, dirinya tenggelam
dalam dunia yang dia buat sendiri. Tangannya sibuk menscroll layar datar,
sesekali jemarinya bermain dalam keyword, menuliskan sesuatu dari sana dengan
senyum menghiasi wajahnya.
Bahagia
itu datang dari mana saja, tanpa sesosok teman pun Cantika berhasil
mendapatkannya. Baginya dunia hanya sementara, dimana segala sesuatu akan
kembali pada Sang Pencipta.
Tanpa
sepengetahuan Cantika, terdapat sepasang mata yang menatapnya tajam bak seekor
harimau yang siap menerkam mangsa.
"Sejak
kapan lo nulis begituan?"
What
the hell?!
Cantika
memutar tubuhnya 360° dan menemukan si biang kerok Daru dengan wajah yang
tampan bila ditambahkan satu tamparan pedas darinya, sayang tangannya terlalu
suci untuk bersentuhan dengan muka penuh jerawat milik Daru. Yang bisa Cantika
lakukan hanya memutar bola mata malas dengan wajah ditekuk, yang entah mengapa
membuat hati Daru berdesir tak karuan.
"Lo
ngapain nulis begituan bisu? Tulisan lo itu kagak mendidik sama sekali! Apaan
itu. Nathan si Cowok most wanted dengan
kurang ajarnya mempertontonkan tubuh atletisnya pada setiap orang yang dia
lewati. Membuat para cewek zaman now lemas di tempat. Gila aja! Pergi ke kantin
cuman pake kaos putih doang. Gilaaa!!! Porno lo bisu!" Setelah mengucapkan
kata tersebut dengan santainya Daru mmeninggalkan Cantika seorang diri dengan
mulut menganga.
Manusia
resekkkk!!!!!!
****
Awalnya
Cantika kira dengan tidak adanya seorang teman hidupnya akan tenang, namun
dugaannya salah besar. kini hidupnya berantakan hanya karna seorang Daru
Pratama! bagaimana dirinya mengejek Cantika, menyebut dirinya cewek porno. Gila
kan?! Readersnya saja tidak keberatan dia menulis begitu. malah nih ya,
Readersnya semakin banyak. Ngomong-ngomong Cantika ini seorang penulis dengan
sejuta penggemar, namun tidak ada satupun dari penggemarnya mengetahui jati
diri Cantika. "Penulis Rahasia" begitu nama pena Cantika dan dia
tidak menuliskan apapun di bio miliknya.
"Sumpah ya, itu cerita baper banget. Endingnya kagak ketebak.
Semaleman gue nangis, gara gara Si Nathan. Brengsek emang itu anak"
percakapan kedua perempuan yang tengah berjalan menuju dalam kelas, mengalihkan
perhatian Cantika dari layar ponselnya. Mereka adalah sarah dan Nura, teman
sekelas Cantika.
"Bener. Pengen gue cekek kalau tuh orang beneran ada" sahut
Nura mengebu gebu dengan suara toanya, hingga semua orang menatap heran pada
mereka, tetapi mereka tak menghiraukan dan melanjutkan pembahasan mengenai
Nathan dan Naura.
"Katanya mau di adopsi ke gramed ya? Uhhh... jangan lupa beli
Nur"
"Yap, nggak Sabar pengen nimang Nathan dan Naura"
Cantika tersenyum mendengar mereka begitu
accident menunggu Novel keduanya terbit. Naura dan Nathan adalah nama tokoh
fiksi yang Cantika buat, dan alhamdulillah mendapat respon positif dan sebentar
lagi akan segera hadir di gramedia seluruh indonesia. Cantika mengetahui bahwa
ratarata teman satu kelasnya mengidolakan kedua tokoh tersebut.eh, semua tokoh
fiksi yang Cantik buat. Itu Menurut survei yang dilakukan Cantika beberapa
bulan setelah dirinya menjadi siswi XI MIPA 3. Namun mereka tidak mengetahui
bahwa idola mereka berjarak sangat dekat dengannya.
pernah suatu hari Cantika mencuri dengar percakapan beberapa siswi yang
ingin bertatap muka dengan dirinya hingga keluhan tentang cerita yang Cantika
buat tidak sesuai Ekspektasi mereka dan Cantik hanya tersenyum kecil.
"Enggak nyangka gue, kalau lo itu penulis beneran. Gue kira cuman
ecek ecek. Taunya? Semua anak cewek kelas ini suka sama cerita lo. Hebatnya
lagi mereka kagak nyadar kalau si bisu ini idola yang mereka elu elukan"
Cantika tahu betul itu suara siapa. Maka dari itu, dia tidak menghiraukan
racauan yang membuat moodnya buruk.
Baru juga
terbang karna pujian dari Nura dan Sarah, udah dijatohin lagi. Tetapi
kelanjutan suara cowok itu berhasil mengalihkan pandangan Cantika untuk
sepenuhnya menatap Daru.
"Gue
mau minta maaf nih sama lo, sering banget jahat sama lo,tapi gue kagak serius
ngomong begitu sama lo. Emm.. gimana ya gue ngomongnya?" Daru mengalihkan
pandangnya pada Cantika, yang semula menatap pada pintu kelas. Sesaat pandangan
mereka bertemu pada satu titik fokus. Hanya beberapa detik sebelum Cantika
menundukkan kepalanya, malu.
"Cantik"
"Guesukasamalo" Dengan Cepat Cantika memandang laki laki yang
sedang menuliskan sesuatu pada selembar kertas, dahinya berkerut dalam. Apa dia
tidak salah mendengar? Bahwa tadi, Daru, si musuh bebuyutan mengungkapkan
persaannya pada Cantika? Sebuah keajaiban yang luar biasa!
Daru
menyodorkan selembar ketas yang telah dibumbui tinta hitam
"Gue nggak pandai merangkai kata seperti lo.
Tapi, cukup lo tau. Gue suka sama lo, dari pertama kita ketemu, ya mungkin lo
lupa. 5tahun lalu kita pernah ketemu. Nggak peduli lo mau bisu kek, buta, tuli,
pincang atau kutilan. Gue tetep suka sama lo, Cantika Firmansyah.
Mau ya, lo jadi cewek gue"
Air
mata Cantika lolos dari tempatnya, itu berarti ketika Ayah dan Bunda masih
hidup juga suara Cantika masih berfungsi, Apa dia tama? Tama teman
Cantika?
"Iya, gue
Tama. Kalau itu yang mau lo tanyain" seakan mengerti, Daru lebih dahulu
buka suara melihat Cantil sepeti orang kebingungan.
Dengan ragu,
cantika menganggukan kepalanya. Dan Cantika yakini bahwa hidupnya baru dimulai.
***
"Wahh... ternyata penulis yang kita kagumi itu, teman kita sendiri
ya. Dekat dengan kita, cuman kenapa kita nggak ngeh sih gengs" pertanyaan
tersebut langsung mendapat koor riuh dari para penonton.
Hari ini,
Cantika menghadiri acara Bedah buku Ke duanya di tempat dia menuntut ilmu.
Bisa di
lihat reaksi teman teman Cantika yang biasanya menghina dirinya memdadak
berwajah pucat pasi ketika mengetahui bahwa Author favorite mereka adalah si
cacat buruk rupanya SMA Cendrawasih.
"Cantika, Kami memohon maaf pada kamu atas apa yang kami lakukan
padamu selama ini. Dosa kami besar pada kamu, kami hanya menilai seseorang
lewat fisiknya saja,Kami mohon, maafkan kami"
Tidak ada
salahnya memaafkan seseorang bukan? Tuhan saja maha pemaaf masa hambanya tidak?
Dengan begitu Cantika menganggukan kepalanya dan tersenyum sangat lebar kepada
teman temanya.
Melihat
itu Daru tersenyum, dia bangga pada Cantika, dapat memaafkan dengan begitu
mudah setelah apa yang teman temannya lakukan pada Cantika dua tahun ini.
Sejatinya
tidak ada makhluk yang sempurna. Semuanya mempunyai jalan cerita yang berbeda;
bahagia namun berakhir sad ending, sengsara dan berakhir dengan pencapaian yang
luar biasa. Tergantung bagaimana seseorang memaknai hidup ini seperti apa.
Tentang Penulis
Denis Mega
Putri, 16 juli 2001. Anak
kedua dari lima bersaudara, masih tercatat sebagai salah satu siswi di salah
satu Sekolah Menengah Atas yang berada di Garut- Jawa barat dan mengambil
jurusan MIPA. Hobby nya adalah membaca dan liat
anime.Btw maaf tulisannya kurang menarik masih pemula
Untuk mengenal lebih dekat atau
sekedar berbincang, dapat menghubungi Denis di :
Instagram : Denis3976
Email: Denisxmia417@gmail.com
