Thursday, August 2, 2018


Guru mata pelajaran belum juga menampakkan diri. Semua murid heboh di posisi masing-masing. Ada yang berteriak teriak, bergosip, ada juga yang nimbrung di pojokan kelas menonton sesuatu di Laptop. "Perhatian!" Tiba tiba suasana itu berubah drastis menjadi tertib dan semua pasang mata memfokuskan pandangan melihat ke depan kala suara berat seseorang menggema di dalam kelas.
 "Baik. Maaf mengganggu aktivitas kalian. Perkenalkan namanya Cantika Firmansyah, teman baru kalian dan Bapak harap kalian bisa membantunya beradaptasi di sekolah kita"
Hening.
Semua menatap heran pada seorang siswi yang dibawa Pak Tio- pemilik yayasan juga merangkap sebagai Kepala sekolah SMA Cendrawasih, yang hanya diam dengan kepala menunduk tak lupa kedua jari yang ia tautkan, menambah rasa penasaram penghuni XI-Mipa3
"Dan dia istimewa. Tidak dapat berbicara seperti kalian. Tapi bapak mohon, perlakukan dia layaknya pada teman kalian yang lain. Bapak pamit, jangan berisik."
Gadis itu mengangkat kepalanya dan tersenyum menyapa teman barunya berharap mereka akan memberikan hal yang serupa. Namun keadaan jauh lebih hening ketika seseorang berbicara dengan suara yang cukup keras
 "Lo, kagak bisa ngomong ya?!" Dan timbullah suara suara yang amat di benci Cantik -Sapaan Cantika
"Sudah, sudah. Jangan berisik. Cantik silahkan kamu duduk di depan Daru" Pak Tio menunjuk sebuah kursi baris ke tiga dari depan sebelah kanan jendela, kemudian pergi meninggalkan Cantika dan suara suara yang sialan sangat berkata benar adanya.
"Kenapa dia bisa sekolah di sini?"
"Orang bisu macam dia tidak pantas bersekolah di sekolah kita. Dia layaknya sekolah di SLB bersama teman yang serupa"
"Mungkin dia bermain curang supaya dapat diterima di sekolah ini"
"Dia cuman bikin malu sekolah doang gengs"
"Iya tuh, Pak Tio dikasih apaan sama dia. Sampe dia pula yang nganter si bisu! Segitu spesialnya kah dia?"
"Yap! Pemilik yayasan gengs"
"Tercemar deh nama kelas kita"
"Tau ah, males gua sama dia. Malu sama julio kalau dia tau gue satu kelas sama cewek cacat"
"Huhh"
"Dasar bitch"
Ya! Dirinya memang tak dapat berbicara. Kejadiannya bermula saat dia berumur 12 tahun, ketika hendak berkunjung ke rumah sang  kakek bersama kedua orangtuanya yang berada di Cirebon. Kecelakaan beruntun menimpa mereka, kedua orangtuanya meninggal di tempat yang membuat dirinya menjadi seorang yatim piatu, Beruntung Cantik berhasil di selamatkan oleh seorang Dokter yang sekarang menjadi orangtua angkatnya.
Dari kejadian itu. Cantika kehilangan pita suaranya yang menyebabkan dia tak dapat berbicara kembali.
Ketika hendak menuju tempatnya duduk. Seseorang yang berada di depan Cantik, menangkis kakinya hingga sang anak baru itu tersungkur ke lantai. Gelak tawa menggema di kelas XI MIPA 3  dan Cantika tahu hidupnya sudah tidak setenang dulu.
***
Rinai hujan menyampaikan rindunya awan pada tanah sore hari ini. Cantik terjebak dalam rintik hujan. Ayah belum juga menjemput, hujan semakin deras mengguyur kota Bandung. Dua tahun sudah cantik menjadi murid SMA Cendrawasih, salah satu sekolah bertaraf internasional negeri ini. Tidak mudah untuk menjadi bagian di dalamnya. Dirinya berjuang mati-matian dengan keterbatasan fisiknya dan setelah berhasil dirinya dianggap sebuah kesialan oleh teman teman.
Dua tahun Cantika menyendiri, tiada teman yang menemani. Namun begitu ia bahagia karna ia masih diberi kesempatan untuk menikmati dunia dan yang terpenting selalu mensyukuri nikmat-Nya.
Sebuah motor Ninja hitam melewati Cantika dengan meninggalkan noda pada seragam yang Cantik kenakan, ternyata terdapat kubangan di depannya yang begitu saja dilewati sang pengendara tanpa memperdulikan seseorang yang berada di pinggir Halte dengan wajah yang ditekuk.
"Assalamualaikum Cantiknya Ayah" Suara berat itu membuyarkan lamunan Cantika tentang si pengendara motor Ninja hitam. Diambilnya punggung tangan sang Ayah dan menempelkannya pada bibir tipisnya. Tersenyum menjawab pertanyaan Ayah.
"Loh, kenapa baju kamu kotor begitu kak?"
Kak?
Cantika di angkat oleh sebuah keluarga yang memiliki dua orang putra dengan umur 5 tahun dan kemudian secara otomatis dirinya dipanggil 'kak' oleh keluarga barunya dan dengan dibimbing Ayah Cantik memasuki mobil dan meninggalkan sekolah.
***
Cantika berdiam diri di dalam kelas ketika semua temannya berhamburan keluar, menyerbu tempat yang sekiranya strategis untuk menggosipkan si kapten Basket SMA Cendrawasih yang merangkap sebagai bad boy sekolah yang menjadi idola nomor satu itu berhasil diluluhkan hatinya oleh seorang cewek alim anak dari Ulama terkenal ibukota dan fan dari si badboy galau tiada tara.
Dengan bermodalkan smartphone pemberian Rio-sepupu angkat Cantika, dirinya tenggelam dalam dunia yang dia buat sendiri. Tangannya sibuk menscroll layar datar, sesekali jemarinya bermain dalam keyword, menuliskan sesuatu dari sana dengan senyum menghiasi wajahnya.
Bahagia itu datang dari mana saja, tanpa sesosok teman pun Cantika berhasil mendapatkannya. Baginya dunia hanya sementara, dimana segala sesuatu akan kembali pada Sang Pencipta.
Tanpa sepengetahuan Cantika, terdapat sepasang mata yang menatapnya tajam bak seekor harimau yang siap menerkam mangsa.
"Sejak kapan lo nulis begituan?"
What the hell?!
Cantika memutar tubuhnya 360° dan menemukan si biang kerok Daru dengan wajah yang tampan bila ditambahkan satu tamparan pedas darinya, sayang tangannya terlalu suci untuk bersentuhan dengan muka penuh jerawat milik Daru. Yang bisa Cantika lakukan hanya memutar bola mata malas dengan wajah ditekuk, yang entah mengapa membuat hati Daru berdesir tak karuan.
"Lo ngapain nulis begituan bisu? Tulisan lo itu kagak mendidik sama sekali! Apaan itu. Nathan si Cowok most wanted dengan kurang ajarnya mempertontonkan tubuh atletisnya pada setiap orang yang dia lewati. Membuat para cewek zaman now lemas di tempat. Gila aja! Pergi ke kantin cuman pake kaos putih doang. Gilaaa!!! Porno lo bisu!" Setelah mengucapkan kata tersebut dengan santainya Daru mmeninggalkan Cantika seorang diri dengan mulut menganga.
      Manusia resekkkk!!!!!!
****
         Awalnya Cantika kira dengan tidak adanya seorang teman hidupnya akan tenang, namun dugaannya salah besar. kini hidupnya berantakan hanya karna seorang Daru Pratama! bagaimana dirinya mengejek Cantika, menyebut dirinya cewek porno. Gila kan?! Readersnya saja tidak keberatan dia menulis begitu. malah nih ya, Readersnya semakin banyak. Ngomong-ngomong Cantika ini seorang penulis dengan sejuta penggemar, namun tidak ada satupun dari penggemarnya mengetahui jati diri Cantika. "Penulis Rahasia" begitu nama pena Cantika dan dia tidak menuliskan apapun di bio miliknya.
         "Sumpah ya, itu cerita baper banget. Endingnya kagak ketebak. Semaleman gue nangis, gara gara Si Nathan. Brengsek emang itu anak" percakapan kedua perempuan yang tengah berjalan menuju dalam kelas, mengalihkan perhatian Cantika dari layar ponselnya. Mereka adalah sarah dan Nura, teman sekelas Cantika.
         "Bener. Pengen gue cekek kalau tuh orang beneran ada" sahut Nura mengebu gebu dengan suara toanya, hingga semua orang menatap heran pada mereka, tetapi mereka tak menghiraukan dan melanjutkan pembahasan mengenai Nathan dan Naura.
        "Katanya mau di adopsi ke gramed ya? Uhhh... jangan lupa beli Nur"
         "Yap, nggak Sabar pengen nimang Nathan dan Naura"
           Cantika  tersenyum mendengar mereka begitu accident menunggu Novel keduanya terbit. Naura dan Nathan adalah nama tokoh fiksi yang Cantika buat, dan alhamdulillah mendapat respon positif dan sebentar lagi akan segera hadir di gramedia seluruh indonesia. Cantika mengetahui bahwa ratarata teman satu kelasnya mengidolakan kedua tokoh tersebut.eh, semua tokoh fiksi yang Cantik buat. Itu Menurut survei yang dilakukan Cantika beberapa bulan setelah dirinya menjadi siswi XI MIPA 3. Namun mereka tidak mengetahui bahwa idola mereka berjarak sangat dekat dengannya.
           pernah suatu hari Cantika mencuri dengar percakapan beberapa siswi yang ingin bertatap muka dengan dirinya hingga keluhan tentang cerita yang Cantika buat tidak sesuai Ekspektasi mereka dan Cantik hanya tersenyum kecil.
        "Enggak nyangka gue, kalau lo itu penulis beneran. Gue kira cuman ecek ecek. Taunya? Semua anak cewek kelas ini suka sama cerita lo. Hebatnya lagi mereka kagak nyadar kalau si bisu ini idola yang mereka elu elukan" Cantika tahu betul itu suara siapa. Maka dari itu, dia tidak menghiraukan racauan yang membuat moodnya buruk.
      Baru juga terbang karna pujian dari Nura dan Sarah, udah dijatohin lagi. Tetapi kelanjutan suara cowok itu berhasil mengalihkan pandangan Cantika untuk sepenuhnya menatap Daru.
       "Gue mau minta maaf nih sama lo, sering banget jahat sama lo,tapi gue kagak serius ngomong begitu sama lo. Emm.. gimana ya gue ngomongnya?" Daru mengalihkan pandangnya pada Cantika, yang semula menatap pada pintu kelas. Sesaat pandangan mereka bertemu pada satu titik fokus. Hanya beberapa detik sebelum Cantika menundukkan kepalanya, malu.
       "Cantik"
       "Guesukasamalo" Dengan Cepat Cantika memandang laki laki yang sedang menuliskan sesuatu pada selembar kertas, dahinya berkerut dalam. Apa dia tidak salah mendengar? Bahwa tadi, Daru, si musuh bebuyutan mengungkapkan persaannya pada Cantika? Sebuah keajaiban yang luar biasa!
Daru menyodorkan selembar ketas yang telah dibumbui tinta hitam
"Gue nggak pandai merangkai kata seperti lo. Tapi, cukup lo tau. Gue suka sama lo, dari pertama kita ketemu, ya mungkin lo lupa. 5tahun lalu kita pernah ketemu. Nggak peduli lo mau bisu kek, buta, tuli, pincang atau kutilan. Gue tetep suka sama lo, Cantika Firmansyah.
Mau ya, lo jadi cewek gue"
         Air mata Cantika lolos dari tempatnya, itu berarti ketika Ayah dan Bunda masih hidup juga suara Cantika masih berfungsi, Apa dia tama? Tama teman Cantika?  
 "Iya, gue Tama. Kalau itu yang mau lo tanyain" seakan mengerti, Daru lebih dahulu buka suara melihat Cantil sepeti orang kebingungan.
    Dengan ragu, cantika menganggukan kepalanya. Dan Cantika yakini bahwa hidupnya baru dimulai.
***
      "Wahh... ternyata penulis yang kita kagumi itu, teman kita sendiri ya. Dekat dengan kita, cuman kenapa kita nggak ngeh sih gengs" pertanyaan tersebut langsung mendapat koor riuh dari para penonton.
      Hari ini, Cantika menghadiri acara Bedah buku Ke duanya di tempat dia menuntut ilmu.
      Bisa di lihat reaksi teman teman Cantika yang biasanya menghina dirinya memdadak berwajah pucat pasi ketika mengetahui bahwa Author favorite mereka adalah si cacat buruk rupanya SMA Cendrawasih.
      "Cantika, Kami memohon maaf pada kamu atas apa yang kami lakukan padamu selama ini. Dosa kami besar pada kamu, kami hanya menilai seseorang lewat fisiknya saja,Kami mohon, maafkan kami"
       Tidak ada salahnya memaafkan seseorang bukan? Tuhan saja maha pemaaf masa hambanya tidak? Dengan begitu Cantika menganggukan kepalanya dan tersenyum sangat lebar kepada teman temanya.
      Melihat itu Daru tersenyum, dia bangga pada Cantika, dapat memaafkan dengan begitu mudah setelah apa yang teman temannya lakukan pada Cantika dua tahun ini.
       Sejatinya tidak ada makhluk yang sempurna. Semuanya mempunyai jalan cerita yang berbeda; bahagia namun berakhir sad ending, sengsara dan berakhir dengan pencapaian yang luar biasa. Tergantung bagaimana seseorang memaknai hidup ini seperti apa.




Tentang Penulis

Denis Mega Putri, 16 juli 2001. Anak kedua dari lima bersaudara, masih tercatat sebagai salah satu siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas yang berada di Garut- Jawa barat dan mengambil jurusan MIPA. Hobby nya adalah membaca dan liat anime.Btw maaf tulisannya kurang menarik masih pemula

Untuk mengenal lebih dekat atau sekedar berbincang, dapat menghubungi Denis di :
Instagram : Denis3976
                       Email: Denisxmia417@gmail.com